Selasa, 20 Januari 2015

TUGAS SOFTSKILL IV

1. KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN 

a. Definisi Komunikasi
    Komunikasi merupakan suatu proses sosial yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia. Dikatakan mendasar karena setiap masyarakat manusia, baik yang primitif maupun yang modern, berkeinginan mempertahankan suatu persetujuan mengenai berbagai aturan sosial melalui komunikasi. Dikatakan vital karena setiap individu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan individu-individu lainnya sehingga meningkatkan kesempatan individu itu untuk tetap hidup (Rakhmat, 1998:1). Kata komunikasi atau communication dalam Bahasa Inggris berasal dari Bahasa Latin communis yang berarti "sama", communico, communicatio, atau communicare yang berarti "membuat sama" (to make common). Istilah pertama (communis) adalah istilah yang paling sering sebagai asal usul komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama (Mulyana, 2005:4). Secara paradigmatis, komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara langsung secara lisan maupun tak langsung melalui media (Effendy, 2006:5). Pengertian komunikasi memang sangat sederhana dan mudah dipahami, tetapi dalam pelaksanaannya sangat sulit dipahami, terlebih lagi bila yang terlibat komunikasi memiliki referensi yang berbeda, atau di dalam komunikasfi berjalan satu arah misalnya dalam media massa, tentunya untuk membentuk persamaan ini akan mengalami banyak hambatan (Wahyudi, 1986:29). Dari pengertian diatas dapat dilihat bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan yang dapat berupa pesan informasi, ide, emosi, keterampilan dan sebagainya melalui simbol atau lambang yang dapat menimbulkan efek berupa tingkah laku yang dilakukan dengan media-media tertentu.

b. Proses Komunikasi
    Adapun proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Sumber / Pengirim pesan / Komunikator
2. Pesan / berupa lambang / tanda seperti kata-kata tertulis atau lisan 
3. Saluran / Suatu yang dipakai sebagai alat penyampaian pesan
4. Penerima / Komunikan / Yakni seseorang atau sekelompok orang atau organisasi yang jadi sasaran
5. Akibat / dampak / hasil yang terjadi pada piha penerima
6. Umpan balik / Feedback / Tanggapan balik dari penerima
7. Noise / gangguan / Faktor-faktor fisik atau psikologis yang dapat mengganggu kelancaran proses komunikaasi

c. Hambatan Komunikasi
    I. Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunkasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai berikut :
a). Hambatan Teknis
     Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru dibidang teknologi komunikasi dan sistem informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
b). Hambatan Semantik
     Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian yang tidak diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan kurang jelas, akan menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.
c). Hambatan Manusiawi
     Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komnikasi, baik komunikator maupun komunikan. 
     II. Ada beberapa dalam hambatan terhadap komunikasi yang efektif yaitu .
1). Mendengar 
     Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada disekeliling kita namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi, informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar. 
2). Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
3). Menilai Sumber
     Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya. 
4). Persepsi Yang Berbeda
     Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan si penerima pesan. 
5). Kata Yang Berarti Lain Bagi Orang Yang berbeda 
     Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Sesorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian. 
6). Sinyal Non Verbal Yang Tidak Konsisten
     Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita, mempengaruhi proses komunikasi yang berlangsung. 
7). Pengaruh Emosi
     Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. Apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8). Gangguan
     Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi jarak yang jauh dan lain sebagainya. 
     III. Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi
1). Membuat suatu pesan secara berhati-hati, tentukan maksud dan tujuan komunikasi serta komunikan yang akan dituju.
2). Meminimalkan gangguan dalam proses komunikasi
3). Komunikator harus berusaha dapat membuat komunikan lebih mudah memusatkan perhatian pada pesan yang disampaikan sehingga penyampaian pesan tersebut dapat berlangsung tanpa gangguan yang berarti.
4). Mempermudah upaya umpan balik antara si pengirim dengan si penerima pesan. 
5), Cara dan waaktu penyampaian dalam komunikasi harus direncanakan dengan baik agar menghasilkan umpan balik dari komunikan sesuai harapan.

d. Definisi Komunikasi Interpersonal 
    Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan umpan balik secara langsung (face to face) maupun dengan media. Berdasarkan definisi ini maka terdapat kelompok maya atau faktual (Burgon & Huffner, 2002). Contoh kelompok maya, misalnya komunikasi melalu internet (chatting, facebook, email, etc). Berkembangnya kelompok maya ini karena perkembangan teknologi media komunikasi. Terdapat definisi lain tentang komunikasi interpersonal, yaitu suatu proses komunikasi yang bersetting pada objek-objek sosial untuk mengetahui pemaknaan suatu stimulus (McDavid & Harari).

2. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
a. Definisi Pelatihan
    Pelatihan dapat didefinisikan sebagai suatu cara yang digunakan untuk memberikan atau meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan sekarang. Pelatihan adalah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan dan meningkatkan kinerja karyawan dalam melaksanakan tugasnya dengan cara peningkatan keahlian, pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang spesifik yang berkaitan dengan pekerjaan.

b. Tujuan dan Sasaran Pelatihan dan Pengembangan
    Menurut Pangabean (2004), pada umumnya, pelatihan dilakukan untuk kepentingan karyawan, perusahaan, dan konsumen.
1). Memberikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan karyawan. 
2). Meningkatkan moral karyawan. Dengan keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan pekerjaannya mereka akan antusias untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. 
3). Memperbaiki kinerja. Karyawan yang bekerja secara tidak memuaskan karena kekurangan keterampilan dapat diminimalkan melalu program pelatihan dan pengembangan. 
4). Membantu karyawan dalam menghadapi perubahan-perubahan,baik perubahan struktur organisasi, teknologi, maupun sumber daya manusia. Melalui pelatihan dan pengembangan karyawan diharapkan dapat secara efektif menggunakan teknologi baru. Manajer di semua bidang harus secara konstan mengetahui kemajuan teknologi yang membuat organisasi berfungsi secara kebih efektif.
5). Peningkatan karier karyawan, dengan pelatihan dan pengembangan kesempatan untuk meningkatkan karier menjadi besar karena keahlian, keterampilan dan prestasi kerja lebih baik.
6). Meningkatkan jumlah balas jasa yang dapat diterima karyawan. Dengan pelatihan dan pengembangan, maka keterampilan semakin meningkat dan prestasi kerja semakin baik dan gaji juga akan meningkat karena gaji didasarkan prestasi.

c. Faktor Psikologi Dalam Pelatihan dan Pengembangan
   Secara umum berbagai teori, metode dan pendekatan psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai area kontribusi dan yang lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain struktur organisasi dan desain pekerjaan. Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor tersebut seringkali tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan lain di luar psikologi. 

d. Teknik dan Metode Pelatihan
    Adapun teknik dan metode pelatihan antara lain :
1). On the Job Training
     Pelatihan diberikan pada saat karyawan bekerja. Sambil bekerja seperti biasa, karyawan memperoleh pelatihan, sehingga dapat memperoleh umpan balik secara langsung dari pelatihnya. Bentuk pelatihan on the job training : coaching/pendampingan, rotasi pekerjaan, magang/apprenticeship training, pelatihan intruksi jabatan.
2). Off the Job Training
     Teknik pelatihan yang dilakukan diluar waktu kerja, dan berlangsung di lokasi jauh dari tempat kerja agar perhatian peserta bisa lebih terfokus. Dalam teknik ini juga digunakan metode simulasi. 

Sumber :
http://www.scribd.com/doc/76408677/Metode-dan-Teknik-Pelatihan#scribd


   











Tidak ada komentar:

Posting Komentar