Soal :
1. Sebutkan cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono ? Berikan contoh masing-masing minimal 2 !
2. a. Sebutkan nilai estetika keindahan ? Berikan contoh minimal 2 !
b. Jelaskan keserasian dalam keindahan ? Berikan contoh minimal 2 !
3. Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari anda tentang penderitaan, sebab-sebab, dan pengaruh penderitaan tersebut !
Jawaban :
1. Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono ada 3 unsur yaitu :
- Keterkaitan (Cinta Setia)
Contohnya : Cinta kita terhadap Allah swt dan Cinta kita kepada kedua orang tua
- Keintiman (Cinta Saudara)
Contohnya : Cinta kita kepada keluarga dan Cinta kita kepada pasangan
- Kemesraan (Cinta Rayuan)
Contohnya : Cinta kita kepada saudara dan Cinta kita kepada teman
2. a. Nilai estetika keindahan dibagi menjadi dua, yaitu :
- Nilai Ekstrinsik : Sifat baik suatu benda sebagai alat untuk sesuatu hal lainnya.
Contohnya : Piano adalah alat musik yang sangat indah suaranya, apalagi jika piano itu dimainkan oleh seseorang dengan penuh penghayatan sehingga menghasilkan bunyi yang indah.
- Nilai Intrinsik : Sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Contohnya : Naya ingin sekali mempunyai biola, namun ayahnya belom mengizinkan Naya mempunyai biola sebelum Naya menunjukkan hasil laporan belajarnya. Jika ia naik kelas dan mendapatkan ranking maka Naya akan dibelikan biola. Akhirnya Naya terus berjuang dan berusaha agar impiannya tercapai agar bisa mempunyai biola. Tepat pada saat pembagian rapor ternyata hasil jerih payah Naya terbayarkan sesuai dengan janji ayahnya. Dan ayahnya pun segera menepati janjinya untuk membelikan Naya sebuah biola.
b. Keserasian dalam keindahan itu adalah segala sesuatu yang benar-benar cocok dan indah untuk dinikmati oleh semua orang. Contohnya : Bunga yang ditata ditaman itu benar-benar sesuai dan cocok dengan warna dan jenisnya, sehingga indah dipandang. Kedua pasangan ini yang sudah serasi akan segera melaksanakan pernikahannya di sebuah kebun yang luas, dimana banyak orang yang menikmatinya.
3. Penderitaan bisa dialami oleh siapa saja. Tapi disini saya akan menjawab tentang penderitaan anak broken home, atau anak yang kedua oran tuanya telah berpisah. Semua anak pasti akan sedih dan terpukul apabila mereka tahu bahwa kedua orang tuanya akan bercerai atau malah sudah bercerai. Semua ini akan mengganggu pada psikis mereka. Semangat hidupnya pun akan menurun, karna orang-orang yang didekatnya sudah tidak lagi seperti dulu. Penyebab percerainya itu adalah karna kurang komunikasi satu sama lain, kurangnya keterbukaan kepada anak, kepercayaan yang berkurang dan banyak faktor-faktor lain yang menyebabkannya. Disamping itu perceraian juga sangat berpengaruh kepada anak yaitu, kurangnya konsentrasi dan sulit belajar si anak, kebingungan memilih akan hidup bersama ayah/ibunya, dan kepercayaan si anak kepada kedua orang tuanya akan berkurang.
Senin, 29 Oktober 2012
Sabtu, 20 Oktober 2012
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR I
Soal :
1. Selidiki kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dilingkungan anda, berikan pendapat tentang nilai yang berlaku pada lingkungan tersebut ?
2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dan berikan contoh ?
3. Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan kesusastraan dalam prosa dan puisi. Berikan contoh-contoh nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra baik prosa dan puisi ! (Min. 2 puisi dan 2 prosa)
Jawaban
1. Dilingkungan rumah saya sudah sekitar sebulan lebih terdapat pemancingan, tepatnya dibawah rumah saya. Karna lokasi rumah saya yang turunan. Awalnya sih sepi-sepi saja pemancingan itu, namun lama-kelamaan pemancingan itu menjadi ramai sekali dikarenakan banyak orang yang pengangguran berkumpul disitu. Memang sih lebih enak, karena lingkungan rumah saya menjadi lebih ramai, namun mereka yang berkumpul disitu seperti tidak ada kerjaan yang lebih penting karna dari pagi ke pagi lagi suasana pemancingan itu selalu ramai.
2. - faktor bahasa, misalnya kata "serius" diubah jadi "ciyus" lalu "demi apa" menjadi "miapa". Perubahan ini terjadi karena bahasa-bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah mulai ditinggalkan.
- faktor tarian modern sekarang sudah mulai mendominasi acara-acara di layar televisi, sedangkan tarian-tarian tradisional sudah banyak dikurangi dikarenakan mengikuti perkembangan zaman yang ada.
DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
biar sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
dipintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
(karya : Chairil Anwar)
- komentar : di dalam prosa kedua ini nilai yang kita ambil adalah kegigihan. Kehidupan Amir yang berputar bagai roda tidak membuat hidupnya berubah, mulai dia dari kaya raya sampai dia jatuh miskin dan akhirnya menjadi saudagar kaya karna hasil jerih payahnya sendiri.
1. Selidiki kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dilingkungan anda, berikan pendapat tentang nilai yang berlaku pada lingkungan tersebut ?
2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dan berikan contoh ?
3. Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan kesusastraan dalam prosa dan puisi. Berikan contoh-contoh nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra baik prosa dan puisi ! (Min. 2 puisi dan 2 prosa)
Jawaban
1. Dilingkungan rumah saya sudah sekitar sebulan lebih terdapat pemancingan, tepatnya dibawah rumah saya. Karna lokasi rumah saya yang turunan. Awalnya sih sepi-sepi saja pemancingan itu, namun lama-kelamaan pemancingan itu menjadi ramai sekali dikarenakan banyak orang yang pengangguran berkumpul disitu. Memang sih lebih enak, karena lingkungan rumah saya menjadi lebih ramai, namun mereka yang berkumpul disitu seperti tidak ada kerjaan yang lebih penting karna dari pagi ke pagi lagi suasana pemancingan itu selalu ramai.
2. - faktor bahasa, misalnya kata "serius" diubah jadi "ciyus" lalu "demi apa" menjadi "miapa". Perubahan ini terjadi karena bahasa-bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah mulai ditinggalkan.
- faktor tarian modern sekarang sudah mulai mendominasi acara-acara di layar televisi, sedangkan tarian-tarian tradisional sudah banyak dikurangi dikarenakan mengikuti perkembangan zaman yang ada.
3. Budaya Indonesia Yang Hilang
Indonesia kaya akan budaya
Beragam banyak pulau, beragam pula kebudayaannya
Namun kebudayaan itu telah hilang
Banyak kebudayaan luar yang silir berganti
Dimanakah jati diri Indonesia?
Akankah jati diri itu kembali lagi?
Tapi sayangnya semuanya itu hanya mimpi
Bangkit, bangkit lah Indonesia
Bertahun-tahun pejuang membela tanah air Indonesia
Untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia
Dia berbaring, tetapi bukan tidur
Sebuah lubang peluru bundar didadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Kedua lengannya memelik senapan
Menangkap sepi padang senja
Wahai pemuda-pemudi Indonesia
Hargailah kebudayaan Indonesia
Janganlah kalian malu mengakui
Bahwa itu kebudayaan Indonesia
Karna kebudayaan itu aset negara
(karya : Dhono Wareh)
- komentar : di dalam puisi pertama ini nilai yang bisa kita ambil adalah kepeduliaan terhadap kebudayaan bangsa kita sendiri yang sedikit demi sedikit sudah mulai terkikis. Tuhanku
DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
biar sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
dipintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
(karya : Chairil Anwar)
- komentar : di dalam puisi kedua ini nilai yang bisa kita ambil adalah tentang keyakinan. Keyakinan kepada adanya tuhan yang selalu ada di hidup kita, yang selalu mengingatkan kita tentang keberadaannya.
Legenda Batu Menangis
Di sebuah bukit yang jauh dari desa, di daerah Kalimantan, hiduplah seorang janda miskin dan anak perempuannnya. Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, dia memiliki perangai yang buruk. Gadis itu amat malas, tidak pernah membantu ibunya bekerja. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.
Suatu hari, anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh sehingga mereka harus menempuh perjalanan yang jauh. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar dikagumi kecantiknnya. Sementara, ibunya berjalan di belakangnya sambil membawa keranjang dengan memakai pakaian yang dekil. Karena mereka hidup ditempat yang terpencil, maka tak seorang pun tahu bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.
Ketika mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Orang – orang terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama pemuda desa. Namun, saat melihat orang yang berjalan di belakang anak itu, sungguh kontras keadaannya. Hal ini membuat orang bertanya-tanya.
Diantara orang yag melihat itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu.
” Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan di belakangmu itu ibumu?”
Namun apa jawaban gadis itu?
“Bukan, “katanya angkuh.” Ia adalah pembantuku.”
Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekat lagi seorang pemudadan bertanya kepada gadis itu.
”Bukan, bukan.”jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. ” Ia adalah budakku.”
Begitulah setiap ada seseorang yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya begitu. Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka itu, si ibu masih bisa menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawaban yang sama, akhirnya si ibu yang malang itu tidak dapat menahan diri. Si ibu berdoa :
”Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba tega memperlakukan hamba seperti ini. Ya Tuhan, hukumlah anak hamba! Hukumlah ....”
Atas kuasa Tuhan, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis dan memohon ampun kepada ibunya.
”Oh, Ibu.Ibu Ampuni saya, ampunilah kedurhakaan anakamu selama ini. Ibu...Ibu...Ampuni anakmu.”
Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi semua telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata., seperti sedang menagis.
- komentar : di dalam prosa pertama ini nilai yang kita ambil adalah tentang kejujuran. Seburuk-buruknya orang tua tetap harus kita akui, jangan pernah membohongi mereka apalagi tidak mengakui keberadaan mereka.
Hikayat Amir
Dahulu kala di Sumatra, hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Syah Alam mempunyai seorang anak bernama Amir. Amir tidak uangnya dengan baik. Setiap hari dia membelanjakan uang yang diberi ayahnya. Karena sayangnya pada Amir, Syah Alam tidak pernah memarahinya. Syah Alam hanya bisa mengelus dada.
Lama-kelamaan Syah Alam jatuh sakit. Semakin hari sakitnya semakin parah. Banyak uang yang dikeluarkan untuk pengobatan, tetapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya mereka jatuh miskin.
Penyakit Syah Alam semakin parah. Sebelum meninggal, Syah Alam berkata”Amir, Ayah tidak bisa memberikan apa-apa lagi padamu. Engkau harus bisa membangun usaha lagi seperti Ayah dulu. Jangan kau gunakan waktumu sia-sia. Bekerjalah yang giat, pergi dari rumah.Usahakan engkau terlihat oleh bulan, jangan terlihat oleh matahari.”
”Ya, Ayah. Aku akan turuti nasihatmu.”
Sesaat setelah Syah Amir meninggal, ibu Amir juga sakit parah dan akhirnya meninggal. Sejak itu Amir bertekad untuk mencari pekerjaan. Ia teringat nasihat ayahnya agar tidak terlihat matahari, tetapi terlihat bulan. Oleh sebab itu, kemana-mana ia selalu memakai payung.
Pada suatu hari, Amir bertmu dengan Nasrudin, seorang menteri yang pandai. Nasarudin sangat heran dengan pemuda yang selalu memakai payung itu. Nasarudin bertanya kenapa dia berbuat demikian.
Amir bercerita alasannya berbuat demikian. Nasarudin tertawa. Nasarudin berujar, ” Begini, ya., Amir. Bukan begitu maksud pesan ayahmu dulu. Akan tetapi, pergilah sebelum matahari terbit dan pulanglah sebelum malam. Jadi, tidak mengapa engkau terkena sinar matahari. ”
Setelah memberi nasihat, Nasarudin pun memberi pijaman uang kepada Amir. Amir disuruhnya berdagang sebagaimana dilakukan ayahnya dulu.
Amir lalu berjualan makanan dan minuman. Ia berjualan siang dan malam. Pada siang hari, Amir menjajakan makanan, seperti nasi kapau, lemang, dan es limau. Malam harinya ia berjualan martabak, sekoteng, dan nasi goreng. Lama-kelamaan usaha Amir semakin maju. Sejak it, Amir menjadi saudagar kaya.
Sabtu, 06 Oktober 2012
Blog Baru
Ini blog gue yang ketiga, karna dua blog gue sebelumnya gak tau kemana gara-gara gue lupa password, lupa e-mail dan semacamnya itu. Hal sepele yang kadang ngerugiin buat diri gue sendiri.
Dan sekarang ini gue bakalan harus nyimpen baik-baik akun-akun gue jangan sampe kejadian semacem itu terjadi lagi. Karna mulai sekarang gue harus ngumpulin tugas matkul softskill gue lewat blog ini.
Dan sekarang ini gue bakalan harus nyimpen baik-baik akun-akun gue jangan sampe kejadian semacem itu terjadi lagi. Karna mulai sekarang gue harus ngumpulin tugas matkul softskill gue lewat blog ini.
Langganan:
Komentar (Atom)