Kamis, 05 Desember 2013

Analisis Kajian 3 Jurnal Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Akademik IT

   Minat merupakan salah satu hal yang ikut menentukan keberhasilan seseorang dalam segala bidang baik salam studi, kerja dan kegiatan lain. Demikian juga hasil belajar seseorang mahasiswa ditentukan pula oleh minat belajarnya. 
   Dalam dunia pendidikan saat ini sangat membutuhkan peran teknologi informasi khususnya komputer, dimana komputer tersebut dapat memenuhi kebutuhan manusia khususnya mahasiswa dalam proses belajar yang juga dapat mempermudah atau mndukung prestasi akademik. Salah satu cara untuk mendukung prestasi akademik tersebut adalah dengan menyediakan berbagai macam fasilitas yang telah diterapkan oleh berbagai perguruan tinggi. Perguruan tinggi biasanya menyediakan fasilitas-fasilitas yang mendukung seperti perpustakaan, laboratorium, dan juga menyediakan fasilitas berupa akses internet gratis yaitu corner. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada bidang layanan administrasi akademik diperguruan tinggi menjadi suatu kebutuhan, bukan hanya sekadar prestise atau lifestyle manajemen pendidikan tinggi modern. 
   Selain itu perguruan tinggi juga menyediakan akses berupa website yang dapat mengakses informasi mengenai perguruan tinggi tersebut, informasi mengenai kegiatan akademik seperti forum diskusi, nilai-nilai mahasiswa, jadwal kuliah, virtual account, dan juga mahasiswa dapat mendownload materi perkuliahan menggunakan website ini. Dimana website ini sangat membantu mahasiswa untuk mengetahui informasi-informasi yang dibutuhkan serta tidak terbatas waktu dan tempat, juga dapat diakses dengan mudah dan cepat. Tak hanya terpaku pada website saja, fasilitas penunjang juga dibutuhkan seperti tersedianya link-link khusus ke berbagai digital library perguruan tinggi lainnya, e-journal, dan juga perlu adanya penambahan konsistensi peng-upgrade-an dari pihak admin untuk fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan kampus, seperti : tentang kampus, prestasi kampus, sarana-prasarana, tenaga pendidik, berita tentang kegiatan mahasiswa (didalam dan diluar kampus), UKM, artikel ilmiah yang dibuat oleh dosen dan mahasiswa, serta informasi tentang beasiswa, dan lain sebagainya. 
   Data yang diperoleh dalam jurnal ini digunakan untuk mengembangkan alternatif model Sistem Informasi Manajemen Akademik yang dapat  memberi dukungan pada setiap proses pelayanan akademik maupun pengambilan  keputusan baik dilingkungan internal maupun yang terkait dengan stakeholders. Secara spesifikasi, sistem informasi akademik memiliki beberapa karakter yang cukup luas, yaitu :
a. Sistem informasi akademik bermakna sebaai pendekatan-pendeketan dalam melakukan proses manajemen.
b. Komputer hanya merupakan komponen atau alat bukan fokus sentral dari sistem informasi akademik.
c. Pimpinan berperan aktif dalam rangka sistem sebagai pengguna informasi bukan sebagai tenaga teknis ataupun operator komputer. 
d. Esensi sistem informasi administrasi terletak pada sistem terpadu dan sistem terencana, bukan hanya urusan mekanisme pengolahan data.
   Penggunaan TIK dalam mendukung proses ini merupakan salah satu bentuk kepekaan lembaga dalam mencapau kesuksesan. Adapun nilai yang ditawarkan oleh TIK pada perguruan tinggi antara lain :
1. Pendaftaran secara online menggunakan website, sehingga calon mahasiswa di seluruh dunia dapat melakukannya tanpa harus secara fisik datang ke perguruan tinggi yang bersangkutan.
2. FRS online yang memungkinkan administrasi pengambilan mata kuliah dilakukan dimanapun dengan menggunakan perangkat digital seperti komputer, PDA (Personal Digital Assistant), tablet, dan pc.
3. Peserta didik (mahasiswa) dapat melihat nilai ujian maupun hasil akhir studi melalui internet atau perangkat telepon genggam yang dimilikinya.
4. Manajemen kelas mulai dari pengalokasian mata kuliah dan pengajar sampai dengan absensi mahasiswa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan aplikasi khusus.
5. Sistem dokumentasi dan kearsipan yang tersimpan dalam format elektornik secara rapi dengan menggunakan perangkat aplikasi berbasis EDMS (Electronic Document Management System).
   Menurut Lasar (2008), mengidentifikasikan dua faktor penghambat ini, yaitu : faktor teknis dan non teknis. Faktor teknis meliputi :
1. Teknologi dan infrastruktur. Manajemen Sistem Informaasi Akademik membutuhkan perangkat komputer, jaringan internet dan teknologi yang tepat. Persoalan saat ini adalah belum semua perguruan tinggi memiliki teknologi infrastruktur tersebut, terutama didaerah pelosok.
2. Desain materi. Penyampaian konten-konten data akademik melalui sistem informasi perlu dikemas dalam bentuk yang berpusat pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran (mahasiswa, dosen-stakeholders). Saat ini masih sangat sedikit desainer sistem informasi akademik yang memadai.
3. Finansial. Persoalan finansial mmerupakan masalah yang pelik di Indonesia. Pengadaan fasilitas sistem informasi akademik membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan hal ini belum tentu dapat dijangkau oleh semua lembaga pendidikan di Indonesia.
4. Sumber Daya Manusia. SDM yang mampu dan terampil dalam mendukung penerapan sistem informasi akademik masih terbatas, terutama luar Jawa.
Faktor non teknis :
1. Budaya. Pemanfaatan sistem informasi akademik berbasis TIK membutuhkan budaya akses dan belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar atau mengikuti perkembangan melalui komputer atau internet.
2. Buta teknologi (Technology Illeteracies), kalau jujur masih banyak staf administrasi, bahkan praktisi pendidikan dan mahasiswa yang belum menguasai teknologi komputer dan internet, atau yang terkait dengan ICT.
   Prestasi akademik merupakan salah satu indikator kinerja perguruan tinggi disamping pencapaian 3 misi utama perguruan tinggi, yaitu TRI Dharma Pendidikan yang meliputi misi pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Untuk itu, efektivitas pengguna TIK selain menyiapkan nilai dan norma yang tercakup dalam budaya, juga perlu mempersiapkan SDM yang berkualitas tinggi. Yaitu, SDM yang well-educated, well-trained, memiliki etos kerja yang tinggi. Standar kompetensi merupakan pernyataan-pernyataan mengenai pelaksanaan tugas-tugas di tempat kerja yang berisikan hal-hal yang diharapkan bisa dilaksanakan oleh para petugas sistem informasi akademik. Tak hanya itu, standar kompetensi ini bisa berjalan secepatnya dan berumur efektif panjang. Untuk mencapati sistem informasi akademik yang berjalan efektif, mampu membantu stakeholder internal ataupun eksternal dengan menyediakan informasi yang akurat, cepat, dan cukup diperlukan SDM yang handal.
   Kompetensi juga merupakan salah satu faktor penting dalam bidang pendidikan. Dengan memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari, maka kualitas mahasiswa akan diakui dunia industri yang menjadi pasar bagi lulusan perguruan tinggi. Pencapaian kompetensi mahasiswa bisa direncanakan sejak awal perkuliahan, apabila mahasiswa memiliki atau mengetahui tools dan parameter yang digunakan dalam mendapatkan bobot kompetensi tiap bidang kompetensi. 


 Sumber Jurnal :

1. PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK PERGURUAN TINGGI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) 
http://jurnal.upi.edu/life/S-Etin_Indrayani.pdf
 
2. ANALISIS KEEFEKTIVITASAAN WEBSITE STMIK MDP TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA STMIK MDP PALEMBANG.

http://eprints.mdp.ac.id/226/
 
3. PENENTUAN KOMPETENSI MAHASISWA BERDASARKAN PRESTASI AKADEMIK, SERTIFIKASI KOMPETENSI, MINAT DAN KEGIATAN PENDUKUNG.