Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata etika yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat,akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan, arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatarbelakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Arti kata 'etika' yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Pourwardaminta, sejak 1953 - mengutip dari Bertens 2000), etika mempunyai arti sebagai berikut : "ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)". Sedangkan kata etika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departement Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 - mengutip dari Bertens 2000), yang mempunyai arti :
1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)
2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
Secara terminologi, publikasi berarti penyiaran atau penebitan. Istilah publikasi dapat diartikan pengumuman tentang suatu hal yang disiarkan lewat media elektronik dan atau diterbitkan di media cetak. Sedangkan dalam penelitian ini, maksud dari publikasi adalah pengumuman pada masyarakat luas melalui media yang dibatasi oleh media televisi. Agar tidak terjadi kebingungan atau pertanyaan-pertanyaan mengenai perbedaan publikasi dan publisistik, maka sudah seharusnya menjelaskan hal-hal mengenai ini sebelum membahasnya lebih jauh lagi. Yang dimaksud publisistik disini adalah ilmu tentang publikasi dan tentunya publikasi berarti aplikasi dari keilmuan tersebut.
Ton Kertapati, dalam bukunya, "Dasar-dasar publisistik dalam perkembangannya di Indonesia menjadi ilmu komunikasi", menjelaskan bahwa istilah publisistik yang kita kenal pada waktu ini adalah berasal dari bahasa Jerman yaitu Pubziztik. Beliau menyatakan pernyataannya demikian : kata kerja dalam bahasa latin ini kemudian melalui bahasa Jerman kuno Publicirn menjadi Publizieren yang juga berarti mengumumkan menjadi Publisistik.
Referensi :
1. http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ipem4430/etika21.htm
2. http://id.shvoong.com/social-sciences/counseling/2205694-pengertian-publikasi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar