Senin, 21 Januari 2013
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR IV
SOAL :
1. Sebutkan dan berikan 2 contoh, 3 macam kecemasan menurut Sigmund Freud ?
2. Jelaskan yang dimaksud dengan ketidakpastiaan, sebutkan sebab-sebab terjadi ketidakpastian dan contohnya !
3. Sebutkan harapan-harapan anda, dan jelaskan mengapa anda memilih harapan tersebut !
4. Jelaskan yang dimaksud dengan kepercayaan, sebutkan teori-teori tentang kepercayaan dan berikan contoh !
JAWABAN :
1. Macam-macam kecemasan menurut Sigmund Freud :
- Kecemasan Obyektif : Penculikan dan Pembunuhan
- Kecemasan Neoritis dibagi menjadi 3 yaitu :
- Kecemasan yang timbul karena penyesuain lingkungan : Keluarga Pak Rian harus pindah rumah karna dari kantornya ia dipindah tugaskan dari daerah Jakarta ke Kalimantan, maka dari itu seluruh keluarga Pak Rian harus menyesuaikan hidup kembali di lingkungan barunya di Kalimantan.
- Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia) : Takut akan ketinggian atau takut akan kegelapan.
- Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya : Dimas seorang anak yang pendiam, ketika itu ia ditugaskan untuk membaca puisi di depan kelas oleh gurunya. Seketika itu juga badannya dimas gemetar, badannya keringat dingin dan bacanya terbata-bata kana ia tidak biasa tampil di depan banyak orang.
- Kecemasan Moril : Diantara teman-temannya Banu sedikit kurang mampu, oleh sebab itu ia merasa terkucilkan diantara teman-temannya maka ia merasa harus melakukan lebih dari apa yang dilakukan oleh teman-temannya
2. Ketidakpastian adalah keadaan yang tidak pasti, tidak jelas, tidak tentu, tidak tahu tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas.
* Sebab-sebab :
- Obsesi : Dino yang terlalu terobsesi menjadi pengusaha yang sukses, sehingga ia menghalalkan segala cara.
- Phobia : Nina phobia akan ketinggian, oleh sebab itu ia tak berani naik playing fox.
- Kompulasi : Ridwan adalah seorang pengusaha yang sukses, suatu ketika perusahaanya tertimpa masalah yang besar, sehingga ia setres, oleh sebab itu ia menyalurkannya dengan pergi ke bar lalu minum-minum agar stresnya hilang sejenak.
- Hysteria : Nina terkejut bayi yang dilahirkannya tak kunjung menangis, akhirnya dokter menyatakan bahwa bayi yang dilahirkan Nina tidak tertolong, dan Nina pun langsung nangis histeris mendengar jawaban dari sang dokter.
- Delusi dibagi menjadi tiga, yaitu :
- Delusi Persekusi : Haji Jamal yang sudah haji tiga kali di kampungnya ia merasa sombong karena ia merasa dirinya mampu dan tak pantas tinggal di daerah situ karna disitu kebanyakan berpenghasilan pas-pasan.
- Delusi Keagungan : Pak Reno adalah lurah di daerah Cibubur, ia merasa dirinya paling terhormat di sekitarnya, bahkan ia menyombongkan dengan statusnya itu bahkan ia mau maju untuk ke tingkat selanjutnya menjadi camat karna ia merasa belum puas sebagai lurah.
- Delusi Melancholis : Bu Rini dipanggil ke pak RT karna ia adalah saksi mata kejadian pemukulan tapi karna merasa tertekan akan kejadian itu akhiy bu Rini tidak bisa memberikan kesaksian apa-apa hanya bisa menangis saja.
3. Harapan saya yang pertama adalah kedua orang tua saya senang dan bahagia karena mereka lah pondasi kehidupan saya. Harapan saya yang kedua adalah ingin menjadi psikolog anak yang sukses, karena saya ingin membantu psikis dan cara berfikir mereka ke arah yang lebih baik lagi, serta saya bisa membimbing anak-anak saya di kemudian hari. Harapan saya selanjutnya adalah bisa membuka praktek sendiri di rumah, jadi saya tidak akan jauh dari anak, dan bisa lebih dekat serta mengetahui perkembangannya secara dekat dan bisa lebih dekat. Lalu, saya ingin lulus kuliah dengan normal agar orang tua saya bangga dan tidak merepotkan lebih banyak lagi. dll
4. Kepercayaan adalah mengakui atau menyakini akan adanya sebuah kebenaran. Kepercayaan dibagi menjadi tiga teori, yaitu :
- Teori Konsistensi : Kita meyakini adanya surga dan neraka
- Teori Korespondensi : Seseorang yang selalu berbuat baik karna ia mengingin kan masuk surga
- Teori Pragmatis : UU yang diurus untuk mengurus tentang pornografi, agar tidak bisa membebaskan hal-hal yang berbau porno.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar