Rabu, 18 Maret 2015

Psikoterapi I (Minggu I)

Pengertian Psikoterapi

    Psikoterapi yang lahir pada pertengahan dan akhir abad yang lalu, dilihat secara etimologis mempunyai arti sederhana, yakni "psyhe" yang artinya jelas, yaitu "mind" atau sederhananya : jiwa dan "therapy" dari Bahasa Yunani yang berarti "merawat" atau "mengasuh". Sehingga psikoterapi dalam arti sempitnya adalah "perawatan terhadap aspek kejiwaan" seseorang. Dalam Oxford English Dictionary, perkaraan "psychotherapy" tidak tercantum, tetapi ada perkataan "psychotherapeutic' yang diartikan sebagai perawatan terhadap sesuatu penyakit dengan mempergunakan teknik psikologis untuk melakukan intervensi psikis. Istilah psikoterapi (psychotherapy), mempunyai pengertian yang cukup banyak dan kabur, terutama karena istilah tersebut digunakan dalam berbagai bidang operasional ilmu empiris seperti psikiatri, psikologi, bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling), kerja sosial (case work), pendidikan dan ilmu agama. Psikoterapi adalah pengobatan penyakt dengan cara kebatinan atau penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit dan mental atau pada kesulitan-kesulitan penyesuaian diri setiap hari atau penyembuhan lewat keyakinan agama, dan diskusi personal dengan para guru atau teman.

Tujuan Psikoterapi 
     
     Adapun tujuan psikoterapi adalah sebagai berikut :
1. Mengubah perilaku yang tidak diinginkan
2. Mencari "growth experience"
3. Mengubah perilaku yang menyebabkan klien merasa tidak bahagia
4. Rekonstruksi karakter dan kepribadian
5. Klien dapat melakukan kontrol diri lebih baik

     Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikodinamik menurut Ivey, et al (1987) adalah: Membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribdaian dilakuan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
     Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikoanalisis menurut Corey (1991) dirumskan sebagai: Membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupkan kembali pengalaman - pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual. 
     Tujuan psikoterapi dengan pendekatan Rogerian, terpusat pada pribadi, menurut Ivey, et al (1987) adalah: Untuk memberikan jalan terhadap potensi yang dimiliki seseorang menemukan sendiri arahnya secara wajar dan menemukan dirinya sendiri yang nyata atau ideal dan mengeksplorasi emosi yang majemuk serta memberi jalan bagi pertumbuhan dirinya yang unik. 
     Corey (1991) merumuskan tujuan psikoterapi pada terpusat pada pribadi dengan: Untuk memberikan suasana aman, bebas, agar klien mengeksplorasi diri dengan enak, sehingga ia bisa mengenali hal - hal yang mencegah pertumbuhannya dan bisa mengalami aspek - aspek pada dirinya yang sebelumnya ditolak atau terhambat.
     Tujuan psikoterapi dengan pendekatan behavioristik, dijelaskan oleh Ivey, et al (1987) sebagai berikut: Untuk menghilangkan kesalahan dalam belajar dan berperilaku dan untuk mengganti dengan pola - pola perilaku yang lebih bisa menyesuaikan.
     Tujuan psikoterapi dengan metode dan teknik Gestalt, dirumuskan oleh Ivey, et al (1987) sebagai berikut: Agar seseorang lebih menyadari mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seseorang. Pada akhirnya uraian mengenai tujuan psikoterapi ini ditutup dengan uraian mengenai terapi realitas dari kedua tokoh diatas. Ivey, et al (1987) merumuskan psikoterapi dengan pendekatan terapi realitas sebagai: Untuk memenuhi kebutuhan seseorang tanpa dicampur-tangani orang lain.

Unsur - Unsur Psikoterapi

     Adapun unsur-unsur psikoterapi adalah sebagai berikut :
1. Dua individu saling terikat dalam interaksi yang bersifat rahasia, dimana klien akan dibukakan jalan untuk menjadi tahu,
2. Interaksi umumnya terbatas pada pertukaran verbal.
3. Interaksi berlangsung dalam jangka waktu lama.
4. Hubungan bertujuan untuk mengubah perilaku tertentu pada klien, yang telah disetujui oleh kedua pihak.


Sumber :

Gunarsa, Singgih D. (1996). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: BPK Gunung Mulia


            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar